Sabtu, 10 Maret 2012













A.    Hipotesi minor.
  1. A1 VS A2. Antara metode ceramah dengan metode solusi soal
Ho ; Tidak Terdapat Perbedaan Rata-rata nilai pada pelajaran Matematika dengan menggunakan metode Ceramah terhadap metode solusi soal.
Ha : Terdapat Perbedaan Rata-rata nilai pada pelajaran Matematika dengan menggunakan metode Ceramah terhadap metode solusi soal.
Ø  Kaidah
                        Membandingkan Taraf Signifikasi
ü  Jika sign > 0,05, maka Ho diterima
ü  Jika sign < 0,05, maka Ho ditolak


Ø  interprestasi
ü Pada tabel Descriptive memuat : banyaknya data tentang nilai matematika masing-masing untuk metode pelatihan dengan menggunakan metode ceramah=10, metode solusi soal=10, adapun rata-rata nilai matematika yang diberikan pelatihan dengan menggunakan metode ceramah sebesar = 24,800, dan rata-rata nilai matematika yang diberikan pelatihan dengan menggunakan metode solusi soal sebesar =43,600
ü Berdasarkan tabel Post Hoc Test  Multiple Comparions diatas metode ceramah dengan solusi soal diperoleh signifikasi sebesar 0,538>0,05 dan perbedaan rata-rata(mean difference) sebesar -8,000 yang artinya tidak terdapat perbedaan rata-rata nilai matematika antara siswa yang diberikan metode ceramah dan solusi soal. Berdasarkan data di atas menunjukkan nilai rata-rata (mean)kemampuan matematika yang diberikan pelatihan metode ceramah sebesar 42,8000, dan nilai rata-rata yang diberikan metode pelatihan solusi soal sebesar 43,6000, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh /sama antara metode ceramah dengan solusi soal’untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa. Adapun standar error nilai matematika siswa yang diberikan pelatihan metode ceramah dengan metode solusi soal sebesar 1.28668, dan  Lower bound nilai matematika siswa yang diberikan pelatihan metode ceramah dengan metode solusi soal sebesar -3,4095.  Upper bound nilai matematika siswa yang diberikan pelatihan metode ceramah dengan metode solusi soal sebesar 1.8095.
Ø   Kesimpulan
ü Berdasarkan hasil analisis tersebut dengan membandingkan taraf signifikasi  menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan prestasi belajar pada mata pelajaran matematika antara siswa yang diberikan metode ceramah dan metode solusi soal.,maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh /sama antara metode ceramah dengan solusi soal’untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa.
2.      A1 Vs A3.  Antara metode ceramah dengan metode diskusi:
Ho ; Tidak Terdapat Perbedaan Rata-rata nilai pada pelajaran Matematika dengan menggunakan metode Ceramah terhadap metode diskusi.
Ha : Terdapat Perbedaan Rata-rata nilai pada pelajaran Matematika dengan menggunakan metode Ceramah terhadap metode diskusi.

Ø  Kaidah
Membandingkan Taraf Signifikasi
ü  Jika sign > 0,05, maka Ho diterima
ü  Jika sign < 0,05, maka Ho ditolak

Ø  Interprestasi
ü  Pada tabel Descriptive  memuat : banyaknya data tentang nilai matematika masing-masing untuk metode pelatihan dengan menggunakan metode ceramah=10, metode diskusi=10, adapun rata-rata mean nilai matematika yang diberikan pelatihan dengan menggunakan metode ceramah sebesar =24,800, dan rata-rata nilai matematika yang diberikan pelatihan dengan menggunakan metode diskusi sebesar =65,000
ü  Berdasarkan tabel Post Hoc Test  Multiple Comparions diatas metode ceramah dengan diskusi diperoleh signifikasi sebesar 0,000<0,05 dan perbedaan rata-rata (mean difference) sebesar -22,2000 yang artinya terdapat perbedaan rata-rata nilai matematika antara siswa yang diberikan metode ceramah dan diskusi dimana A3 lebih tinggi dari pada A1. Berdasarkan data di atas menunjukkan nilai rata-rata (mean)  matematika yang diberikan metode ceramah sebesar , 42,8000 dan nilai rata-rata matematika yang diberikan metode diskusi’ sebesar 65,000, maka dapat disimpulkan bahwa metode pelatihan diskusi’ lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa dibanding dengan metode ceramah. Adapun standar error nilai matematika siswa yang diberikan pelatihan metode ceramah dengan metode diskusi sebesar 1,28668, dan  Lower bound  nilai matematika siswa yang diberikan pelatihan metode ceramah dengan metode diskusi sebesar -24,8095 Upper bound nilai matematika siswa yang diberikan pelatihan metode ceramah dengan metode diskusi sebesar -19.5905.
Ø  Kesimpulan
ü  Berdasarkan hasil analisis data secara umum rata-rata kemampuan matematika  dilihat dari taraf signifikasi menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata kemampuan matematika antara siswa yang diberikan metode ceramah dengan metode diskusi.,Sedangkan bila dilihat berdasarkan perbedaan rata-rata mean, dapat diketahui bahwa metode diskusi yang paling efektif untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa dibandingkan dengan metode ceramah.
3.      A1Vs A4.  Antara  metode  ceramah dengan kombinasi:
Ho : Tidak Terdapat Perbedaan Rata-rata nilai pada pelajaran Matematika dengan menggunakan metode Ceramah terhadap metode kombinasi.
Ha : Terdapat Perbedaan Rata-rata nilai pada pelajaran Matematika dengan menggunakan metode Ceramah terhadap metode kombinasi.

Ø  Kaidah
Membandingkan Taraf Signifikasi
ü  Jika sign > 0,05, maka Ho diterima
ü  Jika sign < 0,05, maka Ho ditolak

Ø  Interprestasi
ü  Pada tabel Descriptive memuat : banyaknya data tentang nilai matematika masing-masing untuk metode pelatihan dengan menggunakan metode ceramah=10, metode kombinasi=10, adapun rata-rata (mean) nilai matematika yang diberikan pelatihan dengan menggunakan metode ceramah sebesar =24,8000, dan rata-rata nilai matematika yang diberikan pelatihan dengan menggunakan metode kombinasi sebesar =81,000.
ü Berdasarkan tabel Post Hoc Test  Multiple Comparions diatas metode ceramah dengan kombinasi diperoleh signifikasi sebesar 0,000<0,05 dan perbedaan rata-rata (mean difference) sebesar -38,2000 yang artinya terdapat perbedaan rata-rata nilai matematika antara siswa yang diberikan metode ceramah dan kombinasi dimana A4 lebih tinggi dari pada A1. Berdasarkan data di atas menunjukkan nilai rata-rata (mean)matematika yang diberikan metode ceramah  sebesar 24,8000, dan nilai rata-rata kemampuan matematika yang diberikan metode kombinasi sebesar 81,000, maka dapat disimpulkan  bahwa metode pelatihan kombinasi lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa dibanding dengan metode ceramah. Adapun standar error nilai matematika siswa yang diberikan pelatihan metode ceramah dengan metode kombinasi sebesar 1,28668, dan Lower bound nilai matematika siswa yang diberikan pelatihan metode ceramah dengan metode kombinasi sebesar -40.8095, Upper bound nilai matematika siswa yang diberikan pelatihan metode ceramah dengan metode kombinasi sebesar -35.5905.
Ø  Kesimpulan
ü Berdasarkan hasil analisis data secara umum rata-rata kemampuan matematika  dilihat dari taraf signifikasi menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata kemampuan matematika antara siswa yang diberikan metode ceramah dengan metode kombinasi., Sedangkan bila dilihat berdasarkan perbedaan rata-rata mean dan, dapat diketahui bahwa metode kombinasi yang paling efektif untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa dibandingkan dengan metode ceramah.

4.      A2 Vs A3.   Antara metode solusi soal dengan metode diskusi
Ho : Tidak Terdapat Perbedaan Rata-rata nilai pada pelajaran Matematika dengan menggunakan metode solusi soal terhadap metode diskusi.
Ha : Terdapat Perbedaan Rata-rata nilai pada pelajaran Matematika dengan menggunakan metode solusi soal terhadap metode diskusi.
Ø  Kaidah
Membandingkan Taraf Signifikasi
ü  Jika sign > 0,05, maka Ho diterima
ü  Jika sign < 0,05, maka Ho ditolak
Ø  .Interprestasi
ü  Pada tabel Descriptive memuat : banyaknya data tentang prestasi nilai matematika, masing-masing untuk metode pelatihan dengan menggunakan metode solusi soal=10, metode diskusi=10, adapun rata-rata (mean) prestasi belajar siswa mata pelajaran matematika yang diberikan pelatihan dengan menggunakan metode solusi soal sebesar =43,6000, dan rata-rata nilai matematika yang diberikan pelatihan dengan menggunakan metode diskusi sebesar =65,000.
ü  Pada tabel Post Hoc Test Multiple Comparions diatas metode solusi soal dengan diskusi diperoleh signifikasi sebesar 0,000<0,05 dan perbedaan rata-rata (mean difference) sebesar -21,4000 yang artinya terdapat perbedaan rata-rata nilai matematika antara siswa yang diberikan metode solusi soal dan diskusi dimana A3 lebih tinggi dari pada A2 . Berdasarkan data di atas rata-rata (mean) nilai matematika yang diberikan metode solusi soal sebesar 45,6000, dan nilai rata-rata nilai matematika yang diberikan metode diskusi sebesar 65,000, maka dapat disimpulkan bahwa metode diskusi lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa dibanding dengan solusi soal. Adapun standar error nilai matematika siswa yang diberikan pelatihan metode solusi soal dengan metode diskusi sebesar 1,28668, dan Lower bound nilai matematika siswa yang diberikan pelatihan metode solusi soal dengan metode diskusi sebesar -24,0095, Upper bound nilai matematika siswa yang diberikan pelatihan metode solusi soal dengan metode diskusi sebesar -18,7905.
Ø  Kesimpulan
ü Berdasarkan hasil analisis data secara umum rata-rata kemampuan matematika  dilihat dari taraf signifikasi menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata kemampuan/nilai matematika antara siswa yang diberikan metode solusi soal dengan metode diskusi. Sedangkan bila dilihat berdasarkan perbedaan rata-rata mean, dapat diketahui bahwa metode diskusi yang paling efektif untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa dibandingkan dengan metode solusi soal.

5.      . A2 Vs A4.  Antara mtode solusi soal dengan kombinasi
Ho : Tidak Terdapat Perbedaan Rata-rata nilai pada pelajaran Matematika dengan menggunakan metode solusi soal terhadap metode kombinasi.
Ha : Terdapat Perbedaan Rata-rata nilai pada pelajaran Matematika dengan menggunakan metode solusi soal terhadap metode kombinasi.


Ø  Kaidah
Membandingkan Taraf Signifikasi
ü  Jika sign > 0,05, maka Ho diterima
ü  Jika sign < 0,05, maka Ho ditolak
Ø  Interprestasi
ü  Pada tabel Descriptive memuat : banyaknya data tentang nilai matematika masing-masing untuk metode pelatihan dengan menggunakan metode solusi soal=10, metode kombinasi=10, adapun rata-rata (mean) nilai matematika yang diberikan pelatihan dengan menggunakan metode solusi soal sebesar =43,6000, dan rata-rata nilai matematika yang diberikan pelatihan dengan menggunakan metode kombinasi sebesar =81,000.
ü  Pada tabel Post Hoc Test Multiple Comparions diatas metode solusi soal dengan kombinasi diperoleh signifikasi sebesar 0,000<0,05 dan perbedaan rata-rata (mean difference) sebesar -37,4000 yang artinya terdapat perbedaan rata-rata nilai matematika antara siswa yng diberikan metode solusi soal dan kombinasi dimana A4 lebih tinggi dari pada A2 . Berdasarkan data di atas rata-rata (mean) nilai matematika yang diberikan metode solusi soal sebesar 43,6000, dan nilai rata-rata nilai matematika yang diberikan metode kombinasi sebesar 81,000, maka dapat disimpulkan bahwa metode kombinasi lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa dibanding dengan solusi soal. Adapun standar error nilai matematika siswa yang diberikan pelatihan metode solusi soal dengan metode kombinasi sebesar 1,28668, dan Lower bound nilai matematika siswa yang diberikan pelatihan metode solusi soal dengan metode kombinasi sebesar -40.0095, Upper bound nilai matematika siswa yang diberikan pelatihan metode solusi soal dengan metode kombinasi sebesar -34.7905.
Ø  Kesimpulan
ü  Berdasarkan hasil analisis data secara umum rata-rata kemampuan/nilai matematika  dilihat dari taraf signifikasi menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata kemampuan/nilai matematika antara siswa yang diberikan metode solusi soal dengan metode kombinasi., Sedangkan bila dilihat berdasarkan perbedaan rata-rata mean, dapat diketahui bahwa metode kombinasi yang paling efektif untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa dibandingkan dengan metode solusi soal.
6.      A3vs A4 . Antara metode diskusi dengan kombinasi
.Ho : Tidak Terdapat Perbedaan Rata-rata nilai pada pelajaran Matematika dengan menggunakan metode diskusi terhadap metode kombinasi.
Ha : Terdapat Perbedaan Rata-rata nilai pada pelajaran Matematika dengan menggunakan metode diskusi terhadap metode kombinasi

Ø Kaidah
Membandingkan Taraf Signifikasi
ü  Jika sign > 0,05, maka Ho diterima
ü  Jika sign < 0,05, maka Ho ditolak

Ø  Interprestasi
ü  Pada tabel Descriptive memuat : banyaknya data tentang nilai matematika masing-masing untuk metode pelatihan dengan menggunakan metode diskusi= 10, metode kombinasi= 10, adapun rata-rata nilai matematika yang diberikan pelatihan dengan menggunakan metode  diskusi= 65,000, dan rata-rata nilai matematika yang diberikan pelatihan dengan menggunakan metode kombinasi sebesar = 81,000.
ü  Pada tabel Post Hoc Test Multiple Comparions diatas metode diskusi dengan kombinasi diperoleh signifikasi sebesar 0,000<0,05 dan perbedaan rata-rata (mean difference) sebesar -16,0000 yang artinya terdapat perbedaan rata-rata nilai matematika antara siswa yang diberikan metode diskusi dengan kombinasi dimana A4 lebih tinggi dari pada A3.  berdasarkan data di atas rata-rata (mean) nilai matematika yang diberikan metode diskusi  sebesar 65,000, dan nilai rata-rata matematika yang diberikan metode kombinasi sebesar 81,000, maka dapat disimpulkan bahwa  metode kombinasi lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa dibnding dengan metode diskusi. Adapun standar error nilai matematika siswa yang diberikan pelatihan metode diskusi dengan metode kombinasi sebesar 1,28668, dan Lower bound nilai matematika siswa yang diberikan pelatihan metode diskusi dengan metode kombinasi sebesar -18,6095, Upper bound nilai matematika siswa yang diberikan pelatihan metode diskusi dengan metode kombinasi sebesar -13.,3905,.

Ø  Kesimpulan
ü  Berdasarkan hasil analisis data secara umum rata-rata kemampuan matematika  dilihat dari taraf signifikasi menyatakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata kemampuan/ nilai matematika antara siswa yang diberikan metode solusi soal dengan metode diskusi., Sedangkan bila dilihat berdasarkan perbedaan rata-rata mean, dapat diketahui bahwa metode kombinasi yang paling efektif untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa dibandingkan dengan metode diskusi.

B.     Hipotesis mayor

Ø  Hipotesis
HO: variansi kelompok populasi adalah sama
HA: variansi kelompok populasi adalah berbeda          
Ø  Berdasarkan data tersebut maka dapat di lakukan pengujian hipotesis dengan membandingkan taraf signifikansinyadan diperoleh nilai signifikansi sebesar = 0,798 ? 0,05, karena signifikansinya lebih besar dari yang di tetapkan maka HO di terima dan HA ditolak, artinya ke empat (4) fariansi kelompok adalah sama Setelah variansi keempat kelompok adalah sama, kemudian di lanjutkan dengan UJI ANOVA untuk mengetahui apakah keempat metode pelatihan matematika itu mempunyai efektifitas yang sama atau berbeda yang akan di buktikan dengan cara pengujian hipotesis.

HO: tidak dapat perbedaan rata-rata prestasi belajar pada mata pelajaran matematika antawa siswa yang di beri pelatihan denagn metode ceramah, solusi soal, diskusi dam kombinasi.
HA: terdapat perbedaan rata-rata prestasi belajar pada mata pelajaran matematika dengan metode ceramah, solusi soal, diskusi dan kombinasi.

Ø  kaidah
Berdasarkan data diatas maka dapat dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan cara membandingkan taraf signifikansi dengan galatny.
Ø Jika sign > 0,05, maka Ho diterima
Ø Jika sign < 0,05, maka Ho ditolak
Ø  Berdasarkan table anova di peroleh signifikansi 0,000 ? 0,05, maka HO ditolak dan HA di terima, artinya terdapat perbedaan prestasi belajar matematika antara siswa yang di beri pelatihan dengan metode ceramah, solusi soal, diskusi dan kombinasi. Dan perbedaan rata-rata (mean difference) dapat dilihat di bawah ini.

C.    SINTERPRETASI
Ø  Pada table deskriptiv memuat : banyaknya data tentang prestasi nilai matematika masing-masing dengan menggunakan metode ceramah =10. Metode solusi soal =10. Metode diskusi =10. Dan mitode kombinasi = 10. Adapun data ata-rata (mean) prestasi nilai matematika yang di beri pelatihan dengan menggunakan metode ceramah sebesar = 42,800, rata-rat (mean) prestasi nilai matematika yang di beri pelatihan dengan menggunakan metode sosusi soal sebesar = 43,600, rata-rata (mean) nilai matematika yang di beri pelatihan dengan menggunakan metode diskusi sebesar =65,000, dan rata-rat (mean) prestasi belajar siswa yang di peri pelatihan dengan menggunakan metode kombinasi sebesar = 81,000.
Ø  Pada table tes of homogeneity of fariances memuat data analisis uji kehomogenan varian populasi dan taraf signifikan.
Ø  Pada table post hoc-SCHEFFE di gunakan untuk mengetahui perbedaan
Rata-rata (mean difference) kemampuan matematika antara siswa yang di berikan metode ceramah, solusi soal, diskusi dan kombinasi adan perbedaan rata-rata (mean difference) tersebut dapat dilihat di bawah ini.
Ø Berdasarkan analisis dari post hoc Tes pada table multiple comparation, maka dapat di interpretasikan sebagai berikut..
a. Perbedaan rata-rata kememapuan matematika antara siswa yang di berikan pelatihan dengan metode ceramah dan solusi soal sebesaar = -0,800. Hal ini menunjikkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata kemampuan matematika antara siswa yang di beri pelatihan dengan metode ceramah dan metode solusi aoal. Berdasarkan nilai rata-rata kemampuan matematika siswa yang di berikan pelatihan metode ceramah sebesar = 24,800, dan nilai kemampuan rata-rata marematika siswa yang di beri pelatihan metode solusi soal sebesar = 43,600, maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan metode ceramah tidak efektif untuk meningkatkan kemampuan matemaatika siswa di bandingkan dengan metode solusi soal.
b. Perbedaan rata-rata kemampuan matematika antara siswa yang di beri pelatihan dengan metode ceramah dengan metode diskusi sebesar = -22,200, hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan  rata-rata kemampuan matematika antara siswa yang di berikan pelatihan denagn metode ceramah denagn metode diskusi. Berdasarkan nilai rata-rata kemampuan matematika siswa yang di berikan pelatihan metode ceramah sebesar = 24,800,  dan nilai rata-rata kmampuan matematika siswa yang di beri pelatihan metode diskusi sebesar = 65,000, maka dapat disimpulkan bahwa metode pelatihan diskusi lebih efektif untu meningkatkan kemampuan matematika siswa di bandingkan dengan metode ceramah.
c. Perbedaan rata-rata kemampuan matematika antara siswa yang di beri pelatihan dengan metode ceramah dengan metode kombinasi sebesar = -38,200 hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata kemapuan matematika antara siswa yang di berikan pelatihan denagn metode ceramah denagn metode kombinasi. Berdasarkan nilai rata-rata kemampuan matematika siswa yang di berikan pelatihan metode ceramah sebesar = 24,800  dan nilai rata-rata kmampuan matematika siswa yang di beri pelatihan metode kombinasi sebesar = 81,000 maka dapat disimpulkan bahwa metode pelatihan diskusi lebih efektif untu meningkatkan kemampuan matematika siswa di bandingkan dengan metode kombinasi.
d.  Perbedaan rata-rata kemampuan matematika antara siswa yang di beri pelatihan dengan metode solusi soal dengan metode diskusi sebesar = -21,400 hal ini menunjukkan bahwa terdapat signifikan yang rata-rata kemapuan matematika antara siswa yang di berikan pelatihan denagn metode ceramah denagn metode diskusi. Berdasarkan nilai rata-rata kemampuan matematika siswa yang di berikan pelatihan metode solusi soal sebesar = 43,600  dan nilai rata-rata kmampuan matematika siswa yang di beri pelatihan metode diskusi sebesar = 65,000 maka dapat disimpulkan bahwa metode pelatihan diskusi lebih efektif untu meningkatkan kemampuan matematika siswa di bandingkan dengan metode solusi soal.
e. Perbedaan rata-rata kemampuan matematika antara siswa yang di beri pelatihan dengan metode solusi soal dengan metode kombinasi sebesar = -37,400, hal ini menunjukkan bahwa terdapat signifikan yang rata-rata kemapuan matematika antara siswa yang di berikan pelatihan denagn metode ceramah denagn metode diskusi. Berdasarkan nilai rata-rata kemampuan matematika siswa yang di berikan pelatihan metode solusi soal sebesar = 43,600  dan nilai rata-rata kmampuan matematika siswa yang di beri pelatihan metode kombinasi sebesar = 81,000 maka dapat disimpulkan bahwa metode pelatihan kombinai lebih efektif untu meningkatkan kemampuan matematika siswa di bandingkan dengan metode solusi soal.
f . Perbedaan rata-rata kemampuan matematika antara siswa yang di beri pelatihan dengan  metode kombinasi dengan metode diskusi sebesar = 16,000 hal ini menunjukkan bahwa terdapat signifikan yang rata-rata kemapuan matematika antara siswa yang di berikan pelatihan denagn metode ceramah denagn metode diskusi. Berdasarkan nilai rata-rata kemampuan matematika siswa yang di berikan pelatihan metode diskusi sebesar = 65,000,  dan nilai rata-rata kmampuan matematika siswa yang di beri pelatihan metode kombinasi sebesar = 81,000 maka dapat disimpulkan bahwa metode pelatihan kombinsi lebih efektif untu meningkatkan kemampuan matematika siswa di bandingkan dengan metode diskusi.

  1. Kesimpulan data mayor
Ø  Berdasarkan hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa secara umum rata-rata nilai pada pelajaran Matematika antara siswa yang diberikan metode Ceramah, Solusi Soal, Diskusi, dan Kombinasi adalah berbeda atau dengan kata lain terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata nilai pada pelajaran Matematika antara siswa yang diberikan pelatihan dengan metode Ceramah, Solusi Soal, Diskusi, dan Kombinasi.
Ø  Sedangkan bila dilihat berdasarkan perbedaan rata-rata (Mean Difference) nilai Matematika antara siswa yang diberikan pelatihan dengan menggunakan metode Ceramah dengan metode Solusi Soal dengan metode Diskusi dan metode Kombinasi.
Maka dapat diketahui bahwa metode Kombinasi yang paling efektif untuk meningkatkan nilai matematika siswa dibandingkan dengan metode Ceramah, Solusi Soal, Diskusi. Jika dilihat dari tingkat keefektifannya untuk meningkatkan nilai pada pelajaran Matematika maka dapat di urutkan mulai dari metode yang paling tidak efektif yaitu metode Ceramah, Solusi Soal, Diskusi dan yang paling efektif adalah metode Kombinasi.
Ø  Berdasar analisis ini, maka dalam rangka meningkatkan nilai Matematika dianjurkan untuk menggunakan metode Kombinasi, karena telah terbukti keefektifannya untuk meningkatkan nilai pada pelajaran Matematika dibandingkan dengan metode Ceramah, Solusi Soal, dan Diskusi.

    II.      Kesimpulan Data Mayor
Ø  Berdasarkan hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa secara umum rata-rata kemampuan matematika yang diberikan pelatihan dengan metode ceramah, solusi soal, diskusi,  dan kombinasi, adalah berbeda atau dengan kata lain  terdapat perbedaan yang signifikasi rata-rata kemampuan matematika yang diberikan pelatihan dengan menggunakan metode ceramah, solusi soal, diskusi,  dan kombinasi’. Sedangkan bila dilihat berdasarkan perbedaan rata-rata (mean) tabel descriptives kemampuan matematika yang diberikan metode ceramah, solusi soal, diskusi,  dan kombinasi’, maka dapat diketahui bahwa metode kombinasi yang paling efektif untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa dibandingkan dengan metode ceramah, solusi soaldan diskusi’.
   III.      Kesimpulan keseluruhan Data Minor Dan Mayor
Ø  Jika dilihat dari data mayor dan minor saya dapat menyimpulkan keseluruan, bahwa dalam rangka  meningkatkan kemapuan matematika siswa dianjurkan untuk menggunakan metode kombinasi karena metode kombinasi terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan/nilai matematika siswa dibandingkan dengan metode ceramah, solusi soal, dan diskusi’.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar