
A.
Hipotesi minor.
- A1
VS A2. Antara metode
ceramah dengan metode solusi soal
Ho ; Tidak
Terdapat Perbedaan Rata-rata nilai pada pelajaran Matematika dengan menggunakan
metode Ceramah terhadap metode solusi soal.
Ha : Terdapat
Perbedaan Rata-rata nilai pada pelajaran Matematika dengan menggunakan metode Ceramah terhadap metode solusi soal.
Ø Kaidah
Membandingkan Taraf
Signifikasi
ü Jika sign > 0,05,
maka Ho diterima
ü
Jika sign < 0,05, maka
Ho ditolak
Ø
interprestasi
ü
Pada
tabel Descriptive memuat : banyaknya
data tentang nilai matematika masing-masing untuk metode pelatihan dengan
menggunakan metode ceramah=10, metode solusi soal=10, adapun rata-rata nilai
matematika yang diberikan pelatihan dengan menggunakan metode ceramah sebesar =
24,800, dan rata-rata nilai matematika yang
diberikan pelatihan dengan menggunakan metode solusi soal sebesar =43,600
ü Berdasarkan tabel Post Hoc Test Multiple
Comparions diatas metode ceramah
dengan solusi soal diperoleh signifikasi sebesar 0,538>0,05 dan perbedaan
rata-rata(mean difference) sebesar -8,000 yang artinya tidak terdapat perbedaan
rata-rata nilai matematika antara siswa yang diberikan metode ceramah dan solusi soal. Berdasarkan
data di atas menunjukkan nilai rata-rata (mean)kemampuan matematika yang
diberikan pelatihan metode ceramah
sebesar 42,8000, dan nilai rata-rata yang diberikan metode pelatihan solusi soal sebesar 43,6000, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada
pengaruh /sama antara metode ceramah dengan
solusi soal’untuk meningkatkan kemampuan
matematika siswa. Adapun standar error nilai matematika siswa yang diberikan
pelatihan metode ceramah dengan metode solusi soal sebesar 1.28668, dan Lower
bound nilai matematika siswa yang
diberikan pelatihan metode ceramah dengan metode solusi soal sebesar
-3,4095. Upper bound nilai
matematika siswa yang diberikan pelatihan metode ceramah dengan metode solusi
soal sebesar 1.8095.
Ø
Kesimpulan
ü Berdasarkan hasil
analisis tersebut dengan membandingkan taraf signifikasi menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan
prestasi belajar pada mata pelajaran matematika antara siswa yang diberikan
metode ceramah dan metode solusi soal.,maka dapat disimpulkan
bahwa tidak ada pengaruh /sama antara metode ceramah dengan solusi soal’untuk
meningkatkan kemampuan matematika siswa.
2. A1 Vs A3. Antara
metode ceramah dengan metode diskusi:
Ho ; Tidak
Terdapat Perbedaan Rata-rata nilai pada pelajaran Matematika dengan menggunakan
metode Ceramah terhadap metode diskusi.
Ha : Terdapat
Perbedaan Rata-rata nilai pada pelajaran Matematika dengan menggunakan metode Ceramah terhadap metode diskusi.
Ø Kaidah
Membandingkan Taraf Signifikasi
ü Jika sign > 0,05,
maka Ho diterima
ü Jika
sign < 0,05, maka Ho ditolak
Ø Interprestasi
ü Pada
tabel Descriptive memuat : banyaknya data tentang nilai
matematika masing-masing untuk metode pelatihan dengan menggunakan metode
ceramah=10, metode diskusi=10, adapun rata-rata mean nilai matematika yang
diberikan pelatihan dengan menggunakan metode ceramah sebesar =24,800, dan rata-rata nilai matematika yang
diberikan pelatihan dengan menggunakan metode diskusi sebesar =65,000
ü Berdasarkan tabel Post
Hoc Test Multiple Comparions diatas metode ceramah dengan diskusi diperoleh
signifikasi sebesar 0,000<0,05 dan perbedaan
rata-rata (mean difference) sebesar -22,2000 yang artinya terdapat perbedaan
rata-rata nilai matematika antara siswa yang diberikan metode ceramah dan
diskusi dimana A3 lebih tinggi dari pada A1. Berdasarkan data di atas
menunjukkan nilai rata-rata (mean)
matematika yang diberikan metode ceramah sebesar , 42,8000 dan nilai
rata-rata matematika yang diberikan metode diskusi’ sebesar 65,000, maka dapat
disimpulkan bahwa metode pelatihan diskusi’ lebih efektif untuk meningkatkan
kemampuan matematika siswa dibanding dengan metode ceramah. Adapun standar
error nilai matematika siswa yang diberikan pelatihan metode ceramah dengan
metode diskusi sebesar 1,28668, dan Lower bound nilai matematika siswa
yang diberikan pelatihan metode ceramah dengan metode diskusi sebesar -24,8095 Upper bound nilai matematika siswa yang diberikan pelatihan metode
ceramah dengan metode diskusi sebesar -19.5905.
Ø Kesimpulan
ü Berdasarkan
hasil analisis data secara umum rata-rata kemampuan matematika dilihat dari taraf signifikasi menyatakan
bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata kemampuan matematika antara
siswa yang diberikan metode ceramah dengan metode diskusi.,Sedangkan bila dilihat berdasarkan perbedaan rata-rata mean, dapat
diketahui bahwa metode diskusi yang paling efektif untuk meningkatkan kemampuan
matematika siswa dibandingkan dengan metode ceramah.
3. A1Vs A4. Antara metode
ceramah dengan kombinasi:
Ho : Tidak Terdapat
Perbedaan Rata-rata nilai pada pelajaran Matematika dengan menggunakan metode Ceramah terhadap metode kombinasi.
Ha : Terdapat
Perbedaan Rata-rata nilai pada pelajaran Matematika dengan menggunakan metode Ceramah terhadap metode kombinasi.
Ø Kaidah
Membandingkan Taraf Signifikasi
ü Jika sign > 0,05,
maka Ho diterima
ü Jika
sign < 0,05, maka Ho ditolak
Ø Interprestasi
ü Pada
tabel Descriptive memuat : banyaknya
data tentang nilai matematika masing-masing untuk metode pelatihan dengan
menggunakan metode ceramah=10, metode kombinasi=10, adapun rata-rata (mean)
nilai matematika yang diberikan pelatihan dengan menggunakan metode ceramah
sebesar =24,8000, dan rata-rata nilai matematika yang diberikan pelatihan
dengan menggunakan metode kombinasi sebesar =81,000.
ü Berdasarkan tabel Post Hoc Test Multiple
Comparions diatas metode ceramah
dengan kombinasi diperoleh signifikasi sebesar 0,000<0,05 dan perbedaan
rata-rata (mean difference) sebesar -38,2000 yang artinya terdapat perbedaan
rata-rata nilai matematika antara siswa yang diberikan metode ceramah dan kombinasi dimana A4 lebih tinggi
dari pada A1. Berdasarkan data di atas menunjukkan nilai rata-rata
(mean)matematika yang diberikan metode ceramah
sebesar 24,8000, dan nilai rata-rata
kemampuan matematika yang diberikan metode kombinasi
sebesar 81,000, maka dapat disimpulkan
bahwa metode pelatihan kombinasi
lebih efektif untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa dibanding dengan
metode ceramah. Adapun standar error
nilai matematika siswa yang diberikan pelatihan metode ceramah dengan metode
kombinasi sebesar 1,28668, dan Lower
bound nilai matematika siswa yang
diberikan pelatihan metode ceramah dengan metode kombinasi sebesar -40.8095, Upper bound nilai matematika siswa yang diberikan pelatihan metode
ceramah dengan metode kombinasi sebesar -35.5905.
Ø Kesimpulan
ü Berdasarkan
hasil analisis data secara umum rata-rata kemampuan matematika dilihat dari taraf signifikasi menyatakan
bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata kemampuan matematika antara
siswa yang diberikan metode ceramah dengan metode kombinasi., Sedangkan bila dilihat berdasarkan
perbedaan rata-rata mean dan, dapat diketahui bahwa metode kombinasi yang
paling efektif untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa dibandingkan
dengan metode ceramah.
4. A2 Vs A3. Antara
metode solusi soal dengan metode diskusi
Ho
: Tidak Terdapat Perbedaan Rata-rata nilai pada pelajaran Matematika dengan
menggunakan metode solusi soal terhadap
metode diskusi.
Ha
: Terdapat Perbedaan Rata-rata nilai pada pelajaran Matematika dengan
menggunakan metode solusi soal terhadap
metode diskusi.
Ø Kaidah
Membandingkan
Taraf Signifikasi
ü Jika sign > 0,05,
maka Ho diterima
ü Jika sign < 0,05,
maka Ho ditolak
Ø .Interprestasi
ü Pada tabel Descriptive memuat : banyaknya data
tentang prestasi nilai matematika, masing-masing untuk metode pelatihan dengan
menggunakan metode solusi soal=10, metode diskusi=10, adapun rata-rata (mean)
prestasi belajar siswa mata pelajaran matematika yang diberikan pelatihan
dengan menggunakan metode solusi soal sebesar =43,6000, dan rata-rata nilai
matematika yang diberikan pelatihan dengan menggunakan metode diskusi sebesar
=65,000.
ü Pada tabel Post Hoc Test Multiple Comparions diatas metode
solusi soal dengan diskusi diperoleh signifikasi sebesar 0,000<0,05 dan
perbedaan rata-rata (mean difference) sebesar -21,4000 yang artinya terdapat
perbedaan rata-rata nilai matematika antara siswa yang diberikan metode solusi
soal dan diskusi dimana A3 lebih tinggi dari pada A2 . Berdasarkan data di atas
rata-rata (mean) nilai matematika yang diberikan metode solusi soal sebesar
45,6000, dan nilai rata-rata nilai matematika yang diberikan metode diskusi
sebesar 65,000, maka dapat disimpulkan bahwa metode diskusi lebih efektif untuk
meningkatkan kemampuan matematika siswa dibanding dengan solusi soal. Adapun
standar error nilai matematika siswa yang diberikan pelatihan metode solusi
soal dengan metode diskusi sebesar 1,28668, dan Lower bound nilai
matematika siswa yang diberikan pelatihan metode solusi soal dengan metode
diskusi sebesar -24,0095, Upper bound nilai matematika siswa yang
diberikan pelatihan metode solusi soal dengan metode diskusi sebesar -18,7905.
Ø Kesimpulan
ü Berdasarkan hasil
analisis data secara umum rata-rata kemampuan matematika dilihat dari taraf signifikasi menyatakan bahwa
terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata kemampuan/nilai matematika antara
siswa yang diberikan metode solusi soal dengan metode diskusi. Sedangkan
bila dilihat berdasarkan perbedaan rata-rata mean, dapat diketahui bahwa metode
diskusi yang paling efektif untuk
meningkatkan kemampuan matematika siswa dibandingkan dengan metode solusi soal.
5. .
A2 Vs A4. Antara mtode solusi soal dengan kombinasi
Ho : Tidak Terdapat
Perbedaan Rata-rata nilai pada pelajaran Matematika dengan menggunakan metode solusi soal terhadap metode kombinasi.
Ha : Terdapat Perbedaan
Rata-rata nilai pada pelajaran Matematika dengan menggunakan metode solusi soal terhadap metode kombinasi.
Ø Kaidah
Membandingkan Taraf Signifikasi
ü Jika sign > 0,05,
maka Ho diterima
ü Jika sign < 0,05, maka
Ho ditolak
Ø Interprestasi
ü Pada
tabel Descriptive memuat : banyaknya
data tentang nilai matematika masing-masing untuk metode pelatihan dengan
menggunakan metode solusi soal=10, metode kombinasi=10, adapun rata-rata (mean)
nilai matematika yang diberikan pelatihan dengan menggunakan metode solusi soal
sebesar =43,6000, dan rata-rata nilai matematika yang diberikan pelatihan
dengan menggunakan metode kombinasi sebesar =81,000.
ü Pada
tabel Post Hoc Test Multiple Comparions diatas metode
solusi soal dengan kombinasi diperoleh signifikasi sebesar 0,000<0,05 dan
perbedaan rata-rata (mean difference) sebesar -37,4000 yang artinya terdapat
perbedaan rata-rata nilai matematika antara siswa yng diberikan metode solusi
soal dan kombinasi dimana A4 lebih tinggi dari pada A2 . Berdasarkan data di
atas rata-rata (mean) nilai matematika yang diberikan metode solusi soal
sebesar 43,6000, dan nilai rata-rata nilai matematika yang diberikan metode
kombinasi sebesar 81,000, maka dapat disimpulkan bahwa metode kombinasi lebih
efektif untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa dibanding dengan solusi
soal. Adapun standar error nilai matematika siswa yang diberikan pelatihan
metode solusi soal dengan metode kombinasi sebesar 1,28668, dan Lower bound nilai matematika siswa yang diberikan pelatihan metode solusi
soal dengan metode kombinasi sebesar -40.0095, Upper bound nilai
matematika siswa yang diberikan pelatihan metode solusi soal dengan metode
kombinasi sebesar -34.7905.
Ø Kesimpulan
ü Berdasarkan hasil
analisis data secara umum rata-rata kemampuan/nilai matematika dilihat dari taraf signifikasi menyatakan
bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata kemampuan/nilai matematika
antara siswa yang diberikan metode solusi soal dengan metode kombinasi., Sedangkan
bila dilihat berdasarkan perbedaan rata-rata mean, dapat diketahui bahwa metode
kombinasi yang paling efektif untuk
meningkatkan kemampuan matematika siswa dibandingkan dengan metode solusi soal.
6. A3vs
A4 . Antara metode diskusi
dengan kombinasi
.Ho : Tidak
Terdapat Perbedaan Rata-rata nilai pada pelajaran Matematika dengan menggunakan
metode diskusi terhadap metode kombinasi.
Ha : Terdapat Perbedaan
Rata-rata nilai pada pelajaran Matematika dengan menggunakan metode diskusi terhadap metode kombinasi
Ø Kaidah
Membandingkan Taraf
Signifikasi
ü Jika sign > 0,05,
maka Ho diterima
ü Jika
sign < 0,05, maka Ho ditolak
Ø Interprestasi
ü Pada tabel Descriptive memuat : banyaknya data
tentang nilai matematika masing-masing untuk metode pelatihan dengan
menggunakan metode diskusi= 10, metode kombinasi= 10, adapun rata-rata nilai
matematika yang diberikan pelatihan dengan menggunakan metode diskusi= 65,000, dan rata-rata nilai
matematika yang diberikan pelatihan dengan menggunakan metode kombinasi sebesar
= 81,000.
ü Pada tabel Post Hoc Test Multiple Comparions
diatas metode diskusi dengan kombinasi diperoleh
signifikasi sebesar 0,000<0,05 dan perbedaan rata-rata (mean difference)
sebesar -16,0000 yang artinya terdapat perbedaan rata-rata nilai matematika
antara siswa yang diberikan metode diskusi
dengan kombinasi dimana A4 lebih tinggi dari pada A3. berdasarkan data di atas rata-rata (mean)
nilai matematika yang diberikan metode
diskusi sebesar 65,000, dan nilai rata-rata matematika
yang diberikan metode kombinasi
sebesar 81,000, maka dapat disimpulkan bahwa
metode kombinasi lebih efektif
untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa dibnding dengan metode diskusi. Adapun standar error
nilai matematika siswa yang diberikan pelatihan metode diskusi dengan metode
kombinasi sebesar 1,28668, dan Lower
bound nilai matematika siswa yang
diberikan pelatihan metode diskusi dengan metode kombinasi sebesar -18,6095, Upper bound nilai matematika siswa yang diberikan pelatihan metode
diskusi dengan metode kombinasi sebesar -13.,3905,.
Ø Kesimpulan
ü
Berdasarkan
hasil analisis data secara umum rata-rata kemampuan matematika dilihat dari taraf signifikasi menyatakan
bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata kemampuan/ nilai matematika
antara siswa yang diberikan metode solusi soal dengan metode diskusi., Sedangkan
bila dilihat berdasarkan perbedaan rata-rata mean, dapat diketahui bahwa metode
kombinasi yang paling efektif untuk meningkatkan kemampuan matematika
siswa dibandingkan dengan metode diskusi.
B.
Hipotesis mayor
Ø Hipotesis
HO:
variansi kelompok populasi adalah sama
HA:
variansi kelompok populasi adalah berbeda
Ø
Berdasarkan data tersebut maka dapat di lakukan pengujian
hipotesis dengan membandingkan taraf signifikansinyadan diperoleh nilai
signifikansi sebesar = 0,798 ? 0,05, karena signifikansinya lebih besar dari
yang di tetapkan maka HO di terima dan HA ditolak, artinya ke empat (4)
fariansi kelompok adalah sama Setelah variansi keempat kelompok adalah sama,
kemudian di lanjutkan dengan UJI ANOVA untuk mengetahui apakah keempat metode
pelatihan matematika itu mempunyai efektifitas yang sama atau berbeda yang akan
di buktikan dengan cara pengujian hipotesis.
HO: tidak
dapat perbedaan rata-rata prestasi belajar pada mata pelajaran matematika
antawa siswa yang di beri pelatihan denagn metode ceramah, solusi soal, diskusi
dam kombinasi.
HA:
terdapat perbedaan rata-rata prestasi belajar pada mata pelajaran matematika
dengan metode ceramah, solusi soal, diskusi dan kombinasi.
Ø
kaidah
Berdasarkan data diatas maka dapat
dilakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan cara membandingkan taraf
signifikansi dengan galatny.
Ø
Jika
sign > 0,05, maka Ho diterima
Ø
Jika
sign < 0,05, maka Ho ditolak
Ø
Berdasarkan table anova di peroleh signifikansi 0,000 ? 0,05, maka
HO ditolak dan HA di terima, artinya terdapat perbedaan prestasi belajar
matematika antara siswa yang di beri pelatihan dengan metode ceramah, solusi
soal, diskusi dan kombinasi. Dan perbedaan rata-rata (mean difference) dapat
dilihat di bawah ini.
C. SINTERPRETASI
Ø
Pada table deskriptiv memuat : banyaknya data tentang prestasi
nilai matematika masing-masing dengan menggunakan metode ceramah =10. Metode
solusi soal =10. Metode diskusi =10. Dan mitode kombinasi = 10. Adapun data
ata-rata (mean) prestasi nilai matematika yang di beri pelatihan dengan
menggunakan metode ceramah sebesar = 42,800, rata-rat (mean) prestasi nilai
matematika yang di beri pelatihan dengan menggunakan metode sosusi soal sebesar
= 43,600, rata-rata (mean) nilai matematika yang di beri pelatihan dengan
menggunakan metode diskusi sebesar =65,000, dan rata-rat (mean) prestasi
belajar siswa yang di peri pelatihan dengan menggunakan metode kombinasi
sebesar = 81,000.
Ø
Pada table tes of homogeneity of fariances memuat data analisis
uji kehomogenan varian populasi dan taraf signifikan.
Ø
Pada table post hoc-SCHEFFE
di gunakan untuk mengetahui perbedaan
Rata-rata (mean difference) kemampuan
matematika antara siswa yang di berikan metode ceramah, solusi soal, diskusi
dan kombinasi adan perbedaan rata-rata (mean difference) tersebut dapat dilihat
di bawah ini.
Ø Berdasarkan
analisis dari post hoc Tes pada
table multiple comparation, maka
dapat di interpretasikan sebagai berikut..
a.
Perbedaan rata-rata kememapuan matematika antara siswa yang di berikan
pelatihan dengan metode ceramah dan solusi soal sebesaar = -0,800. Hal ini
menunjikkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata kemampuan
matematika antara siswa yang di beri pelatihan dengan metode ceramah dan metode
solusi aoal. Berdasarkan nilai rata-rata kemampuan matematika siswa yang di
berikan pelatihan metode ceramah
sebesar = 24,800, dan nilai kemampuan rata-rata marematika siswa yang di beri
pelatihan metode solusi soal sebesar
= 43,600, maka dapat disimpulkan bahwa pelatihan metode ceramah tidak efektif
untuk meningkatkan kemampuan matemaatika siswa di bandingkan dengan metode
solusi soal.
b.
Perbedaan rata-rata kemampuan matematika antara siswa yang di beri pelatihan
dengan metode ceramah dengan metode diskusi sebesar = -22,200, hal ini
menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata kemampuan matematika antara siswa
yang di berikan pelatihan denagn metode ceramah denagn metode diskusi. Berdasarkan
nilai rata-rata kemampuan matematika siswa yang di berikan pelatihan metode ceramah sebesar = 24,800, dan nilai rata-rata kmampuan matematika siswa
yang di beri pelatihan metode diskusi
sebesar = 65,000, maka dapat disimpulkan bahwa metode pelatihan diskusi lebih
efektif untu meningkatkan kemampuan matematika siswa di bandingkan dengan
metode ceramah.
c.
Perbedaan rata-rata kemampuan matematika antara siswa yang di beri pelatihan
dengan metode ceramah dengan metode kombinasi sebesar = -38,200 hal ini menunjukkan
bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rata-rata kemapuan matematika antara
siswa yang di berikan pelatihan denagn metode ceramah denagn metode kombinasi.
Berdasarkan nilai rata-rata kemampuan matematika siswa yang di berikan
pelatihan metode ceramah sebesar =
24,800 dan nilai rata-rata kmampuan
matematika siswa yang di beri pelatihan metode kombinasi sebesar = 81,000 maka dapat disimpulkan bahwa metode
pelatihan diskusi lebih efektif untu meningkatkan kemampuan matematika siswa di
bandingkan dengan metode kombinasi.
d. Perbedaan rata-rata kemampuan matematika
antara siswa yang di beri pelatihan dengan metode solusi soal dengan metode diskusi
sebesar = -21,400 hal ini menunjukkan bahwa terdapat signifikan yang rata-rata
kemapuan matematika antara siswa yang di berikan pelatihan denagn metode
ceramah denagn metode diskusi. Berdasarkan nilai rata-rata kemampuan matematika
siswa yang di berikan pelatihan metode solusi
soal sebesar = 43,600 dan nilai
rata-rata kmampuan matematika siswa yang di beri pelatihan metode diskusi sebesar = 65,000 maka dapat
disimpulkan bahwa metode pelatihan diskusi lebih efektif untu meningkatkan
kemampuan matematika siswa di bandingkan dengan metode solusi soal.
e.
Perbedaan rata-rata kemampuan matematika antara siswa yang di beri pelatihan
dengan metode solusi soal dengan
metode kombinasi sebesar = -37,400,
hal ini menunjukkan bahwa terdapat signifikan yang rata-rata kemapuan
matematika antara siswa yang di berikan pelatihan denagn metode ceramah denagn
metode diskusi. Berdasarkan nilai rata-rata kemampuan matematika siswa yang di
berikan pelatihan metode solusi soal
sebesar = 43,600 dan nilai rata-rata
kmampuan matematika siswa yang di beri pelatihan metode kombinasi sebesar = 81,000 maka dapat disimpulkan bahwa metode pelatihan
kombinai lebih efektif untu meningkatkan kemampuan matematika siswa di
bandingkan dengan metode solusi soal.
f .
Perbedaan rata-rata kemampuan matematika antara siswa yang di beri pelatihan
dengan metode kombinasi dengan metode diskusi
sebesar = 16,000 hal ini menunjukkan bahwa terdapat signifikan yang rata-rata
kemapuan matematika antara siswa yang di berikan pelatihan denagn metode
ceramah denagn metode diskusi. Berdasarkan nilai rata-rata kemampuan matematika
siswa yang di berikan pelatihan metode diskusi
sebesar = 65,000, dan nilai rata-rata
kmampuan matematika siswa yang di beri pelatihan metode kombinasi sebesar = 81,000 maka dapat disimpulkan bahwa metode
pelatihan kombinsi lebih efektif untu meningkatkan kemampuan matematika siswa
di bandingkan dengan metode diskusi.
- Kesimpulan
data mayor
Ø Berdasarkan hasil
analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa secara umum rata-rata nilai pada
pelajaran Matematika antara siswa yang diberikan metode Ceramah, Solusi Soal, Diskusi, dan Kombinasi adalah berbeda atau dengan kata lain terdapat perbedaan
yang signifikan rata-rata nilai pada pelajaran Matematika antara siswa yang
diberikan pelatihan dengan metode Ceramah,
Solusi Soal, Diskusi, dan Kombinasi.
Ø Sedangkan bila dilihat
berdasarkan perbedaan rata-rata (Mean
Difference) nilai Matematika antara siswa yang diberikan pelatihan dengan
menggunakan metode Ceramah dengan
metode Solusi Soal dengan metode Diskusi dan metode Kombinasi.
Maka dapat diketahui
bahwa metode Kombinasi yang paling
efektif untuk meningkatkan nilai matematika siswa dibandingkan dengan metode Ceramah, Solusi Soal, Diskusi. Jika
dilihat dari tingkat keefektifannya untuk meningkatkan nilai pada pelajaran
Matematika maka dapat di urutkan mulai dari metode yang paling tidak efektif yaitu
metode Ceramah, Solusi Soal, Diskusi dan
yang paling efektif adalah metode Kombinasi.
Ø Berdasar analisis ini,
maka dalam rangka meningkatkan nilai Matematika dianjurkan untuk menggunakan
metode Kombinasi, karena telah
terbukti keefektifannya untuk meningkatkan nilai pada pelajaran Matematika
dibandingkan dengan metode Ceramah,
Solusi Soal, dan Diskusi.
II.
Kesimpulan
Data Mayor
Ø
Berdasarkan
hasil analisis data tersebut dapat disimpulkan bahwa secara umum rata-rata
kemampuan matematika yang diberikan pelatihan dengan metode ceramah, solusi
soal, diskusi, dan kombinasi, adalah
berbeda atau dengan kata lain terdapat
perbedaan yang signifikasi rata-rata kemampuan matematika yang diberikan
pelatihan dengan menggunakan metode ceramah, solusi soal, diskusi, dan kombinasi’. Sedangkan
bila dilihat berdasarkan perbedaan rata-rata (mean) tabel descriptives
kemampuan matematika yang diberikan metode ceramah, solusi soal, diskusi, dan kombinasi’, maka dapat diketahui bahwa
metode kombinasi yang paling efektif untuk meningkatkan kemampuan
matematika siswa dibandingkan dengan metode ceramah, solusi
soal, dan diskusi’.
III.
Kesimpulan keseluruhan Data Minor Dan Mayor
Ø Jika dilihat dari data mayor dan minor saya dapat menyimpulkan keseluruan,
bahwa dalam rangka meningkatkan kemapuan
matematika siswa dianjurkan untuk menggunakan metode kombinasi karena
metode kombinasi terbukti efektif untuk meningkatkan kemampuan/nilai
matematika siswa dibandingkan dengan metode ceramah, solusi
soal, dan diskusi’.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar